Irigasi 2026 Dipercepat, Begini Memilih Pompa untuk Lahan Anda

Air tersedia belum tentu berarti air sampai ke sawah. Sebelum memilih pompa, kenali dulu beda tinggi, panjang jalur dan kebutuhan aliran di lahan Anda.

Kabar irigasi: bukan hanya membangun saluran

Dalam publikasi 30 September 2026, Kementerian Pertanian menjelaskan percepatan irigasi perpompaan, perpipaan dan bangunan konservasi untuk mendukung ketersediaan air pertanian. Kesiapan sumber air, lahan serta penerima manfaat ikut diperiksa agar pembangunan benar-benar dapat dimanfaatkan. Baca laporan Kementerian Pertanian.

Mulai dari jalur air, baru tentukan pompanya

Untuk kebutuhan Anda sendiri, siapkan catatan sederhana: air diambil dari mana, seberapa jauh jalurnya, berapa beda tinggi menuju lahan, dan berapa banyak air yang diperlukan. Foto lokasi serta ukuran pipa juga membantu percakapan dengan tim kami lebih terarah.

Jangan memilih hanya dari angka HP atau diameter sambungan. Debit maksimum dan daya dorong merupakan angka yang perlu dicocokkan pada titik kerja; keduanya tidak otomatis tercapai bersamaan.

Dua pilihan MATSUMOTO untuk kebutuhan yang berbeda

MATSUMOTO MDP-30 HCIP memakai penggerak diesel 10 HP, dengan hisap 3 inci dan keluaran 2 inci. Daya dorong acuan 65 m dan kapasitas 60 m³/jam dapat menjadi bahan pembahasan saat Anda menyampaikan kondisi jalur air.

Untuk pembahasan kebutuhan aliran melalui sambungan yang lebih besar, ada MATSUMOTO MDP-80 ES: penggerak dua silinder, daya maksimum 30 HP dan sambungan 8 inci. Kapasitas acuannya 220 m³/jam dengan daya dorong 20 m. Pilihan akhirnya tetap mengikuti kebutuhan dan instalasi Anda, bukan semata-mata angka yang lebih besar.

Bawa kebutuhan Anda, kami bantu cocokkan

Sebelum memesan, kirimkan rincian sumber air dan rute pemasangan ke Jagonya Mesin. Kita cocokkan unit, sambungan serta kebutuhan pekerjaan sejak awal supaya Anda lebih yakin memilih.

Ilustrasi AI menggunakan referensi MATSUMOTO MDP-30 HCIP; bukan dokumentasi kegiatan dalam berita Kementerian Pertanian.

Scroll to Top